Wellcome Back To this fu*king absurb blog..
ya.. setelah terakhir kali blog ini vacum sejak 15 Mei 2017, ternyata lama sekali bukan? sudah tepat 9 Tahun yang lalu, banyak sekali kejadian yang sudah terjadi dari hidup si penulis sahabat saya itu, sahabat yang ada di dalam diri saya, ya dia itu ya saya sendiri, POV sisi kekanak-kanakan dari saya sendiri, POV cerita yang dulu saya tulis seolah-olah Penulis adalah orang lain.
Blog yang sudah saya buat sejak masa kuliah di sekitar tahun 2008 ini adalah tempat curhat yang bebas, sebab hampir semua teman, sahabat, dan keluarga saya tidak mengetahui taman tempat saya mengungkapkan seluruh unek-unek hidup saya, bahkan perasaan saya terhadap seseorang, yang sekarang kalau saya membaca tulisan saya yang Alay itu saya tertawa geli dan malu, andai ada mesin waktu dan saya bisa menemui diri saya sendiri di waktu itu, mungkin saya sudah pukul dia, saya ajari bagaimana menjadi laki-laki dewasa, tidak alay, tidak emosian, tidak ingin menang sendiri, dan tidak sombong. dan juga mungkin akan saya suruh dia beli Bitcoin sebanyak mungkin, hehe sebab waktu itu bitcoin murah sekali, hanya 24.000 per coin. ah sudahlah malah berhayal.
Gaes.. setelah beberapa bulan tulisan saya pada Mei 2017, saya menikah, saya menikah di bulan November 2017, dengan wanita yang saya idam-idamkan sebagian besar sifat dan pendiriannya sejak lama, ya meski sebegaian kecil ada yang jengkelin atau tidak saya suka, itu lumrah manusia tidak ada yang sempurna, kami kenalan setelah lebaran, mungkin di bulan Juli 2017, dikenalkan kakak ipar saya, dia teman dari kakak ipar saya yang dulu mereka bekerja di kantor yang sama, saat pertemukan pertama di warung chinese food itu saya langsung suka sama dia, dia pendiam dan tidak banyak bicara, seorang wanita yang menjaga dirinya dengan baik. ya singkat cerita kami menikah, Allah mempercayakan seorang anak laki-laki ke kami, saya memberikan nama yang tangguh untuknya, nama yang sering disebut di sejarah islam, nama banyak tokoh-tokoh kuat, nama yang menjujung tinggi kekuatan dan keimanan, nama yang memiliki martabat terhebat di muka bumi, serta nama siapa ayahnya, dia Hisyam Muhammad Bachr, lahir 18 Oktober 2018.
Ohya mungkin jika nanti ada teman sekolah, kuliah atau teman kerja yang mencari saya saya akan tulis keyword di sini supaya mudah menemukan tulisan ini (Bakrus, Bakrush, Barus, Muhammad Bahrusshodiq, Muhammad bahrussodiq, Muhammad Barushodiq, Muhammad Bahrusshodiq, Muhamad Bahrusshodiq)
Ok, kita lanjut, apakah saya masih tinggal di surabaya dan berurusan dengan permesin dan fisika, ya saya masih berurusan dengan mesin dan fisika, sekarang malah merambah ke kimia dan biologi, tapi saya sudah tidak di surabaya lagi.
singkat cerita setelah saya lulus kuliah 2012, saya sempat bekerja di beberapa perusahaan sebelum saya bekerja sendiri seperti sekarang, selepas kuliah saya sempat mengerjakan proyek dengan Alm. kakak ipar saya di bidang sipil, kemudian saya melamar kerja di toko aki yang hanya bertahan seminggu, kemudian saya melamar kerja di Yamaha Surya Inti Putra sebagai management trainee yang posisi saat itu sebagai asisten manager dieler, tapi karena konflik internal di mereka saya keluar. Kemudian saya melamar ke dua kalinya di Nissan, ya saya sempat melamar di Nissan sesaat sebelum saya diterima di Yamaha, meski di Nissan saat itu saya diterima juga. Nah ketika saya masuk Nissan di hari pertama saat saya bertemu Kepala Bengkel Bapak Sudarmono, beliau kaget sebeb dulu yang menginterview saya beliau juga, beliau merasa dejavu, tapi saya jelaskan kondisinya beliau menerima saya sebagai Service Advisor pada tahun 2013 bulan Juli. Pada 2014 saya sempat dikirim ke Gianyar Bali, untuk menjadi Flying Team, tim yang menghandle sementara Bealer baru, sebab belum ada man power yang menjadi karyawan di sana, setelah 7 bulan saya dan rekan saya di Gianyar Bali, kami kembali ke surabaya dan menjalani hidup-hidup seperti biasa sabegai karyawan Dealer Resmi Nissan A. Yani Surabaya.
Hingga pada 2018 ketika Hisyam lahir, saya tidak sengaja membuat channel Youtube, awalnya sekedar iseng, ternyata berhasil monetisasi Channel Youtube, di sini saya mulai memikirkan untuk keluar dari pekerjaan saya, sebab saya dan Istri dan Anak tinggal berjauhan, kami LDR. Sambil bekerja seminggu sekali saya sempatkan iseng membuat konten tentang otomotif, namun membutuhkan keberanian yang sangat lama untuk saya Resign dari pekerjaan yang saya cintai itu, di sisi lain Orang Tua saya tinggal sendiri, Ibus saya meninggal akhir tahun 2014, Bapak saya tinggal sendiri sejauh itu, saya selalu terbayang-bayang untuk menemani masa tuanya, hingga platuk resign itu benar-benar terpicu, pada 2021, ketika Pandemi virus yang sangat terkenal sejak 1 abad terakhir ini menjangkit Bapak saya, beliau sangat kritis, saya bingung, Kakak-kakak dan Mbak-mbak saya sudah bergantian merawat beliau, saya ijin ke Istri untuk resign, istri mengijinkan, akhirnya saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan saya itu, teman dan atasan dikantor mereka kaget keputusan saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu, mereka meyakinkan saya apakah keputusan saya ini sudah benar-benar bulat, saya menjawabnya ya Bulat sekali seperti Bearing Ball. Akhirnya akhir Maret 2021 saya resmi tidak lagi menjadi karyawan Nissan Ahmad Yani Surabaya.
Bagaimana dengan hidup saya di kampung halaman, setelah saya pulang kampung dan membantu kakak dan mbak saya merawat Bapak, Bapak Alhamdulillah sembuh dan semakin sehat, setelah Kakak dan Mbak saya kembali ke urusan mereka di kota mereka masing-masing, saya melanjutkan apa yang dikerjakan Bapak, saya bertani, mengerjakan sawah yang sebagian besar nantinya akan menjadi milik Kakak-kakak dan Mbak-Mbak saya, sambil bertani saya sempatkan melanjutkan membuat konten di youtube dan media sosial lain.
"Bertani tidak semudah yang dilihat", ya kalimat itu saya percaya, ketika pulang kampung saya membawa uang sekitar 100 Juta Rupiah, mungkin bagi sebagian orang itu tidak banyak, bagi sebagian orang lagi itu banyak, bagi sebagian besar prang lagi, itu sangat banyak. Uang yang saya gunakan untuk modal bertani saat ini sudah habis, gagal berkali-kali, tapi sekarang saya memiliki pengalaman banyak di pertanian, membuat saya semakin percaya diri bertani, kegagalan yang saya alami sebab saya terjun tanpa pengetahuan bertani sama sekali dan tanpa mentor yang mumpuni, itu kesalahan besar... tapi jika saya tidak membuat "Kesalahan" bagaimana saya tahu ada "Kebenaran". ya saat ini saya sedang bangkit lagi di bidang pertanian. Benar, di sinilah saya masih bergelut dengan Mesin ( Diesel air Dongfeng, Traktor dan Alkon), Fisika (Seperti membuat penerangan solar cell dll.), Kimia ( Pestida) dan juga Biologi (Apalagi kalo bukan Padi, Jagung dan Palawija).
Ilmu teknis yang saya miliki selama kuliah dan bekerja banyak membantu saya di pertanian, saya tidak perlu pusing jika mesin dan alat kerja saya bermasalah, bisa saya kerjakan senidiri di bengkel kecil saya di rumah.
Mungkin kalian membaca ini sambil membayangkan bagaimana kehidupan saya di kampung, hidup di kampung saya sangat nyaman, sebab warga di sini tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain terlalu jauh, tidak terlalu banyak menggosip, tidak memprovokasi atau menghasut, tapi mereka ramah dan masih suka salam sapa. Hal itu disebabkan efek positif dari aksesibiltas lingkungan di sini, di desa sebelah ada Pondok Pesantren yang lumayan besar, pondok pesantren, di dalam kampung juga baru dibangun pondok deso yang masih merintis, pondok-pondok pesantren tersebut sangat banyak mempengaruhi mindset warga di kampung saya.
Lalu apa capaian penulis saat ini?
Belum ada, sebab penulis sangat manusiawi, pencapaian yang selalu ingin di gapai, misalpun sudah mendapatkannya, ya ingin menggapai yang lain juga.. kalian juga begitu bukan?
Saat tulisan ini saya buat, Bapak Alhumdulillah semakin sehat, meski memiliki tanda-tanda Alzeimer ringan, semoga Beliau tetap di Rahmati Allah diberikan umur yang panjang dan tetap bugar di usianya saat ini yang menyentuh 87 Tahun. Anak saya Hisyam yang saat ini usia 7 tahun sedang aktif-aktifnya sekolah SD kelas 1 dan sudah berkali-kali berharap memiliki Adek, Istri saya saat ini bekerja sebagai Tenaga Ahli Profesi Keperawatan di Puskesmas kecamatan sebelah semoga mereka semua di Rahmati Allah dan selalu dilindungiNya.
Apa selanjutnya? Emmm... Doa untuk kalian juga deh kalau gitu. semoga kalian semua sehat, panjang umur dan berhasil mencapai cita-cita kalian di usia yang sudah tidak muda lagi ini. Amiin.🙏
udah ya, sampai jumpa lagi di beberapa tahun lagi jika umur penulis masih bisa mencapainya..
Assalamu Alaikum.. bye!!✋



Komentar